Purbaya Minta Pemda Tak Menumpuk Dana di Bank

JURPOL.ID, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah (pemda) mempercepat penggunaan anggaran dan tidak terlalu banyak menyimpan dana di perbankan.
Menurut Purbaya, dana daerah yang terlalu lama tersimpan di bank membuat dampak ekonominya terhadap masyarakat menjadi kurang optimal.
“Tolong dipesankan ke daerah, jangan kebanyakan menaruh uang di perbankan karena dampak ke ekonominya menjadi tidak terlalu terasa,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Ia menekankan, pemda perlu mempercepat eksekusi anggaran agar setiap rupiah yang disalurkan pemerintah dapat segera memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat di daerah.
Purbaya menyebut kondisi keuangan daerah hingga 31 Agustus 2026 masih relatif baik. Dana pemerintah daerah yang tersimpan di perbankan tercatat mencapai Rp195,2 triliun.
Namun, tingginya dana yang tersimpan perlu diimbangi dengan percepatan realisasi belanja, terutama untuk mendukung pelayanan publik dan aktivitas ekonomi di daerah.
“Harusnya mereka optimalkan uangnya. Setiap rupiah yang kita salurkan ke daerah dampaknya optimal ke perekonomian,” katanya.
TKD 2027 Naik
Di sisi lain, Purbaya menyampaikan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) pada 2027 meningkat Rp42 triliun atau 6,06 persen dibandingkan pagu awal 2026.
Total anggaran TKD 2027 mencapai Rp735 triliun, naik dari Rp696,89 triliun pada 2026.
Menurut Purbaya, peningkatan dukungan fiskal ke daerah tidak hanya berasal dari TKD. Belanja pemerintah pusat yang manfaatnya dirasakan masyarakat di daerah juga mengalami peningkatan.
Belanja pemerintah pusat yang dinikmati masyarakat di daerah pada 2027 disebut mencapai Rp1.445 triliun, naik Rp85 triliun dibandingkan sekitar Rp1.300 triliun pada tahun sebelumnya.
Purbaya menegaskan, jika seluruh belanja pemerintah diperhitungkan, aliran dana yang memberikan manfaat bagi daerah tetap mengalami peningkatan.
“Secara total nett-nya sebetulnya uang yang dibelanjakan di daerah tidak pernah berkurang,” jelasnya.



