KTT BRICS, Prabowo: Kami Tidak Suka Didikte

JURPOL.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan dan kemandirian nasional agar Indonesia mampu menentukan arah kebijakannya sendiri tanpa didikte kekuatan tertentu.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di New Delhi, India.
“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri,” kata Prabowo sebagaimana keterangan BPMI Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Menurut Prabowo, kekuatan sebuah negara harus dibangun dari dalam dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Hal itu mencakup ketersediaan pangan dan energi, pendidikan, hingga kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera,” ujarnya.
Prabowo menilai ketahanan dan kemandirian nasional juga dapat diperkuat melalui kerja sama antarnegara. BRICS, menurutnya, menjadi salah satu wadah yang dapat memperkuat posisi dan ketahanan negara anggotanya.
Dengan fondasi nasional yang kuat, kerja sama antarnegara BRICS dinilai dapat diperluas ke berbagai sektor strategis yang berdampak langsung terhadap ketahanan masing-masing negara.
Energi Jadi Kunci
Salah satu sektor yang disoroti Prabowo adalah energi. Ia mendorong penguatan konektivitas sistem energi serta ketahanan energi antarwilayah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Prabowo juga menyebut keikutsertaan Indonesia dalam BRICS sebagai sebuah kehormatan. Indonesia menjadi salah satu anggota baru kelompok tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada negara-negara pendiri BRICS yang telah menerima Indonesia sebagai bagian dari kelompok yang memiliki cakupan populasi dan kekuatan ekonomi besar di dunia.
KTT ke-18 BRICS berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada 12–13 September 2026 di bawah keketuaan India.



